https://dunialuar.id/ Bogor dikenal sebagai kota hujan yang menyimpan banyak pesona, mulai dari wisata alam, sejarah, hingga kulinernya. Jika kamu berkunjung ke kota ini, mungkin yang terlintas di benak adalah asinan Bogor, soto mie, atau roti unyil. Tapi tahukah kamu bahwa Bogor juga punya sajian sarapan khas yang unik dan mulai langka? Namanya adalah Cungkring.
Bagi banyak orang luar Bogor, nama cungkring terdengar asing dan mungkin mengingatkan pada sesuatu yang kurus. Tapi dalam dunia kuliner, cungkring adalah sajian sederhana namun kaya cita rasa yang mencerminkan karakter masyarakat Bogor: sederhana, hangat, dan penuh kejutan.
Apa Itu Cungkring?
Cungkring adalah makanan khas Bogor yang terbuat dari kikil sapi, bagian kaki atau kulit kaki sapi yang direbus hingga empuk. Potongan kikil ini disajikan dengan lontong, tempe goreng, dan siraman bumbu kacang, mirip seperti bumbu sate. Tak lupa taburan kerupuk sebagai pelengkap.
Uniknya, penyajian cungkring sangat khas. Beberapa penjual menyajikannya di atas daun pisang yang dibentuk menjadi pincuk. Cara ini menambah aroma alami dan keunikan dalam setiap gigitan.
Cungkring bukan hanya soal rasa, tapi juga pengalaman. Tekstur kikil yang kenyal berpadu dengan bumbu kacang yang gurih dan sedikit pedas membuat sarapan ini sangat memuaskan meskipun terlihat sederhana.
Asal-usul Nama Cungkring
Nama “cungkring” dipercaya berasal dari kata dalam bahasa Sunda yang berarti kurus atau kecil. Hal ini merujuk pada bentuk potongan kikil yang tipis dan memanjang. Namun, tidak ada referensi resmi yang menjelaskan asal-usul nama ini secara pasti. Yang jelas, cungkring sudah menjadi bagian dari identitas kuliner Bogor sejak puluhan tahun lalu.
Dulu, cungkring dijajakan dengan cara dipikul atau menggunakan gerobak dorong. Kini, walaupun sudah jarang ditemui, masih ada penjual yang mempertahankan cara jualan tradisional ini sebagai bagian dari daya tariknya.
Mengapa Cungkring Jarang Diketahui?
Meskipun termasuk kuliner khas, cungkring tergolong makanan yang tidak terlalu populer di kalangan wisatawan luar daerah. Ada beberapa alasan mengapa cungkring kurang dikenal:
-
Jumlah penjualnya sedikit
Hanya beberapa orang saja yang masih menjajakan cungkring, dan mereka biasanya berjualan pagi-pagi sekali. -
Tidak dijual di restoran besar
Cungkring masih eksis di kaki lima atau lapak sarapan pagi, bukan di tempat makan modern. -
Tidak semua orang familiar dengan kikil
Tekstur kikil yang kenyal dan berlemak mungkin kurang cocok di lidah sebagian orang yang belum terbiasa. -
Tidak terlalu viral di media sosial
Di era kuliner yang bergantung pada tren visual, cungkring memang kalah pamor dengan makanan yang lebih fotogenik.
Namun justru itulah yang membuatnya spesial. Cungkring adalah hidden gem kuliner Bogor yang menunggu untuk ditemukan dan diapresiasi.
Rasa dan Komposisi
Sekilas, cungkring mirip dengan sate lontong bumbu kacang. Namun cita rasanya berbeda karena bahan utamanya bukan daging, melainkan kikil.
Komponen penyajian cungkring:
-
Kikil sapi yang empuk, direbus hingga teksturnya kenyal namun mudah dikunyah
-
Lontong yang dipotong kecil-kecil
-
Tempe goreng atau kadang tempe bacem
-
Bumbu kacang yang gurih, sedikit pedas, dan harum karena penggunaan bawang putih dan kemiri
-
Kerupuk sebagai topping renyah
-
Kadang ditambahkan serundeng kelapa untuk memperkaya rasa
Satu porsi cungkring sangat cocok sebagai sarapan karena porsinya ringan namun cukup mengenyangkan.
Di Mana Bisa Menemukan Cungkring?
Cungkring paling mudah ditemukan di pusat kota Bogor, terutama di pagi hari. Beberapa penjual legendaris bahkan sudah berjualan sejak pukul 6 pagi dan biasanya habis sebelum jam 9.
Salah satu penjual terkenal adalah Cungkring Pak Jumat di kawasan Suryakencana, yang sudah berjualan sejak puluhan tahun lalu. Cungkring ini menjadi buruan para pecinta kuliner yang ingin merasakan cita rasa asli Bogor.
Jika kamu ingin mencicipinya, pastikan:
-
Datang pagi-pagi karena cepat habis
-
Bawa uang tunai, karena jarang ada pembayaran non-tunai
-
Siap mengantri, terutama jika kamu mengunjungi penjual yang sudah terkenal
Tips Menikmati Cungkring
-
Makan di tempat agar sensasi daun pisang dan aroma bumbu kacangnya lebih terasa
-
Campur semua komponen sebelum dimakan agar bumbu kacang menyatu sempurna
-
Nikmati dengan teh hangat atau kopi hitam khas warung lokal
Bagi kamu yang baru pertama kali mencoba kikil, cungkring bisa menjadi pintu gerbang untuk mengenal rasa dan tekstur unik dari bagian sapi yang satu ini.
Melestarikan Cita Rasa Tradisional
Kuliner seperti cungkring adalah bagian dari identitas budaya daerah yang patut dijaga. Di tengah serbuan makanan cepat saji dan kuliner modern, keberadaan cungkring mengingatkan kita bahwa kekayaan rasa bisa lahir dari kesederhanaan.
Dengan semakin banyak orang yang mengenal dan mencicipi cungkring, diharapkan para penjual tradisional tetap bisa bertahan, bahkan berkembang dengan dukungan masyarakat dan wisatawan.
Penutup
Cungkring adalah bukti bahwa sarapan khas daerah tidak harus mewah atau rumit. Di balik kesederhanaannya, tersembunyi rasa dan sejarah panjang yang menjadi bagian dari identitas kuliner Bogor.
Jika kamu berencana mengunjungi Bogor, jangan hanya mampir ke tempat-tempat hits. Cobalah menyusuri jalan pagi, cari penjual cungkring, dan nikmati pengalaman sarapan yang jarang bisa kamu temukan di tempat lain.
Karena kadang, kenangan terbaik dari sebuah perjalanan justru berasal dari makanan sederhana yang disantap di pinggir jalan.
Baca juga https://angginews.com/


















