banner 728x250

Surabaya Barat Adakan Posyandu Keliling Tiap Juni

posyandu surabaya
posyandu surabaya
banner 120x600
banner 468x60

https://dunialuar.id/ Setiap bulan Juni, wilayah Surabaya Barat menjadi saksi gerakan layanan kesehatan inovatif bernama “Posyandu Keliling”, program kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan beberapa puskesmas setempat. Posyandu ini berbeda dari umumnya karena tidak bertempat di satu lokasi tetap, melainkan hadir keliling kampung-kampung padat penduduk menggunakan mobil layanan kesehatan khusus.

Tujuan utama program ini adalah untuk menjangkau warga yang tinggal di kawasan terpencil, padat, atau jauh dari fasilitas kesehatan tetap, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini telah memberi dampak signifikan, khususnya dalam mendeteksi masalah gizi dan tumbuh kembang anak secara lebih dini.

banner 325x300

Latar Belakang Program Posyandu Keliling

Masih banyak masyarakat di Surabaya Barat — terutama yang tinggal di pemukiman padat seperti di Manukan Kulon, Benowo, Lakarsantri, hingga Jeruk — yang mengalami keterbatasan akses ke posyandu atau layanan puskesmas karena jarak, biaya transportasi, atau waktu kerja.

Dinas Kesehatan Kota Surabaya kemudian menggagas ide posyandu mobile dengan menggandeng bidan, kader kesehatan, serta sopir relawan untuk melakukan jemput bola ke tengah masyarakat.

“Posyandu ini kita dorong agar hadir langsung di titik-titik padat penduduk, terutama di bulan Juni karena itu momen evaluasi semester tumbuh kembang anak,” kata dr. Widiarti, koordinator program dari Puskesmas Manukan.


Bagaimana Posyandu Keliling Bekerja

Setiap hari kerja sepanjang bulan Juni, satu tim posyandu keliling akan berpindah ke satu RT/RW dengan jadwal yang diumumkan sebelumnya oleh kader setempat. Mereka menggunakan mobil keliling berwarna cerah bertuliskan “POSYANDU ON WHEELS” yang dilengkapi dengan:

  • Timbangan bayi digital

  • Pengukur tinggi badan dan lingkar kepala

  • Alat pengukur tekanan darah dan hemoglobin

  • Suplemen gizi, vitamin, dan makanan tambahan

  • Area konsultasi untuk ibu hamil dan menyusui

Layanan yang diberikan mencakup:

  • Penimbangan balita

  • Pemeriksaan tumbuh kembang

  • Imunisasi dasar dan lanjutan

  • Pemberian vitamin A dan PMT (Pemberian Makanan Tambahan)

  • Konsultasi gizi, KB, dan kesehatan ibu

Semua layanan diberikan gratis dengan syarat membawa KIA (Kartu Ibu Anak) dan KK (Kartu Keluarga).


Manfaat Langsung untuk Warga

Bagi warga Surabaya Barat, posyandu keliling dirasa sangat membantu, terutama ibu-ibu yang memiliki balita namun kesulitan ke puskesmas karena suami bekerja atau akses yang terbatas.

Salah satu warga, Bu Reni (32 tahun), yang tinggal di kawasan Benowo, merasa sangat terbantu:

“Biasanya saya harus naik becak ke puskesmas, jauh dan repot. Sekarang posyandunya datang sendiri ke lapangan dekat rumah. Saya tinggal jalan kaki.”

Selain itu, anak-anak juga senang, karena dalam layanan ini disediakan buku cerita, hadiah kecil, hingga kegiatan edukasi seperti mewarnai dan menyanyi tentang hidup sehat.


Statistik Dampak Program (2023–2025)

Menurut data Dinas Kesehatan Surabaya:

  • Jumlah balita terlayani meningkat 40% di wilayah-wilayah padat.

  • Cakupan imunisasi dasar naik 22% pada 2024 dibanding tahun sebelumnya.

  • Kasus stunting baru menurun di tiga kelurahan yang rutin dikunjungi.

  • Jumlah ibu yang memanfaatkan layanan konsultasi gizi meningkat 60%.

Dengan hasil tersebut, Surabaya Barat bahkan menjadi percontohan bagi kecamatan lain, dan sempat dikunjungi oleh delegasi dari Dinkes Jawa Timur pada akhir 2024 lalu.


Tantangan di Lapangan

Meski memberi dampak positif, program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti:

  • Cuaca ekstrem yang menghambat mobilitas

  • Jalan lingkungan sempit yang tidak bisa dilalui mobil posyandu

  • Kurangnya kader di beberapa RT untuk membantu distribusi informasi

  • Penolakan sebagian warga karena kesalahpahaman tentang imunisasi

Namun, hal ini diatasi dengan pelatihan rutin kader, komunikasi terbuka melalui grup WhatsApp warga, serta kerja sama dengan tokoh masyarakat dan RT setempat.


Rencana Pengembangan di Tahun Mendatang

Pemerintah Kota Surabaya berencana untuk:

  • Menambah unit mobil layanan keliling menjadi dua per kecamatan

  • Membuka jadwal layanan sore untuk menjangkau ibu bekerja

  • Mengintegrasikan sistem data digital untuk mencatat pertumbuhan balita secara real-time

  • Mendorong keterlibatan mahasiswa kedokteran dan kebidanan sebagai relawan edukasi

Dengan begitu, Posyandu Keliling tidak hanya bersifat insidental, tetapi bisa menjadi bagian dari sistem layanan kesehatan preventif jangka panjang.


Edukasi Tambahan Lewat Media Sosial

Selain layanan keliling, program ini juga aktif di media sosial melalui akun Instagram @PosyanduSurabaya. Di sana, warga bisa:

  • Melihat jadwal layanan per RW

  • Mendapat tips gizi dan parenting

  • Menyimak video edukasi dari bidan dan dokter

  • Bertanya langsung lewat fitur DM dan komentar


Penutup

Posyandu Keliling di Surabaya Barat adalah contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa berinovasi dalam menyediakan layanan kesehatan yang inklusif dan mudah dijangkau. Dengan hadir langsung ke lingkungan warga, hambatan akses bisa diatasi, dan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan kesehatan ibu dan anak semakin meningkat.

baca juga https://kabarpetang.com/

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *