banner 728x250

Cottagecore: Romantisme Desa di Era Instagram

Cottagecore
Cottagecore
banner 120x600
banner 468x60

Dunialuar.id Di tengah hiruk-pikuk dunia digital dan kehidupan kota yang serba cepat, muncul sebuah gerakan estetika dan gaya hidup yang menyuarakan hal sebaliknya hidup pelan, alami, dan romantis. Inilah Cottagecore, sebuah tren visual dan budaya yang mengidealkan kehidupan pedesaan bak dongeng klasik.

Lebih dari sekadar tren visual di Instagram dan Pinterest, Cottagecore menjadi cerminan kerinduan terhadap hidup sederhana yang harmonis dengan alam dan waktu.

banner 325x300

Apa Itu Cottagecore?

Cottagecore (gabungan kata “cottage” dan “core”) merujuk pada gaya hidup dan estetika yang terinspirasi dari kehidupan pedesaan Eropa, seperti tinggal di rumah kayu kecil, berkebun, membuat roti sendiri, mengenakan gaun vintage, dan membaca buku di padang rumput.

Estetika ini berakar pada nostalgia, escapism, dan keinginan akan kedamaian, jauh dari tekanan produktivitas, kota besar, dan dunia kerja modern.


Asal Usul & Popularitasnya

Cottagecore mulai dikenal luas sejak pertengahan 2010-an, namun viral secara global pada masa pandemi 2020. Ketika orang-orang terkurung di rumah dan mencari kenyamanan, banyak yang menemukan ketenangan lewat estetika rumahan dan kegiatan sederhana: membuat sourdough, merajut, atau merapikan taman kecil.

Instagram, TikTok, dan Tumblr menjadi ladang subur bagi estetika ini berkembang. Akun-akun dengan konten seperti “slow morning in a cottage”, “herbal tea by the window”, atau “daisy field picnic” mulai membanjiri feed pengguna.


Ciri-ciri Estetika Cottagecore

Cottagecore bukan hanya tampilan visual, tapi juga menyentuh gaya hidup dan nilai-nilai. Berikut elemen kunci estetika ini:

Visual & Gaya

  • Gaun longgar motif floral atau renda

  • Topi jerami, celemek, dan baju rajut

  • Rumah kayu, dapur vintage, dan rak penuh buku

  • Tanaman rambat, taman liar, bunga liar

Aktivitas Harian

  • Membuat roti dari awal

  • Meracik teh herbal

  • Menyulam, merajut, atau menjahit

  • Menulis jurnal dengan pena dan tinta

Nilai-nilai Utama

  • Kemandirian (self-sufficiency)

  • Keharmonisan dengan alam

  • Kehidupan lambat dan mindful

  • Romantisasi kehidupan sederhana


Mengapa Cottagecore Begitu Menarik?

1. Antitesis Dunia Modern

Cottagecore menawarkan pelarian dari dunia yang terus online, kompetitif, dan sibuk. Ini adalah bentuk perlawanan lembut terhadap tekanan kapitalisme dan hustle culture.

2. Kebutuhan Akan Keseimbangan Mental

Hidup sederhana dan pelan terbukti memberi manfaat psikologis, seperti menurunnya kecemasan dan meningkatnya kesadaran penuh (mindfulness).

3. Visual yang Memanjakan

Estetika Cottagecore sangat fotogenik dan cocok untuk media sosial. Ini membuatnya viral dan mudah diterima secara visual.

4. Rasa Nostalgia

Banyak yang merasa Cottagecore mengingatkan pada masa kecil di desa, dongeng Eropa klasik, atau cerita fantasi seperti Anne of Green Gables dan The Secret Garden.


Cottagecore: Tren, Gaya Hidup, atau Ilusi?

Meski terlihat indah dan damai, Cottagecore juga mendapat kritik. Beberapa menyebutnya sebagai:

  • Glamorisasi kemiskinan atau kerja domestik: Tidak semua aspek kehidupan desa itu nyaman atau romantis.

  • Kurang inklusif secara budaya: Estetika ini sering menampilkan standar Euro-sentris yang tidak mewakili kehidupan rural global.

  • Realita vs Instagram: Tidak semua orang bisa menjalani hidup lambat, terutama mereka yang berada di kota besar atau bekerja penuh waktu.

Namun tetap, banyak penggemarnya menyadari hal ini dan menjadikan Cottagecore sebagai inspirasi, bukan imitasi penuh. Tujuannya bukan “pindah ke desa”, tapi mengambil elemen ketenangan dan kesadaran dari gaya hidup itu ke dalam kehidupan sehari-hari.


Cottagecore Lokal: Bisa Diterapkan di Indonesia?

Tentu bisa. Tanpa harus tinggal di rumah kayu di Eropa, kita bisa menerapkan semangat Cottagecore dengan cara:

  • Berkebun di balkon rumah

  • Masak resep tradisional keluarga dari nol

  • Membuat jurnal tulisan tangan atau membaca buku cetak

  • Mengadopsi gaya busana lembut, longgar, dan alami

  • Menyukai aktivitas manual seperti menjahit atau menyulam

Kekayaan budaya Indonesia pun menyimpan banyak unsur “Cottagecore”: dari rumah tradisional di desa, kebaya dengan motif bunga, hingga kebiasaan membuat jamu sendiri di rumah.


Kesimpulan: Romantisasi yang Perlu Disadari

Cottagecore mengingatkan kita bahwa keindahan bisa ditemukan dalam hal kecil: secangkir teh, sinar matahari pagi, aroma tanah basah, atau benih yang tumbuh perlahan. Ia bukan tentang kembali ke masa lalu, tapi menghadirkan kepekaan dan kesederhanaan dalam hidup modern.

Jika dilakukan dengan kesadaran, Cottagecore bisa menjadi pengingat untuk melambat, menghargai, dan merayakan momen-momen biasa yang selama ini terlewat.

Baca juga https://angginews.com/

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *